Teknik
Penyelesaian Masalah
(Problem Solving)
Fajar
Sudarwo (Kang
Jarwo)
A. Pengertian
Masalah merupakan bagian dinamika kehidupan manusia,
artinya tidak ada satupun manusia di dunia yang tidak pernah mempunyai masalah.
Bahkan dalam perkembangannya “masalah” merupakan bagaian tidak terpisahkan
dengan kehidupan itu sendiri. Dengan kata lain masalah adalah indicator dari kehidupan itu sendiri. Arti
keseharian ”masalah” adalah seluruh fenomena kehidupan yang membuat kekecewaan
atau kemarahan seseorang atau sekumpulan orang. Indikasi atau tanda tanda
masalah biasanya dapat dipahami dalam seluruh kenyataan yang tidak sesuai
dengan harapan, tujuan, cita cita, idiologi, kepentingan, target yang ada
dibenak orang atau sekumpulan orang. Secara praktis ada yang mengartikan bahwa
”masalah” adalah hambatan atau rintangan yang mengakibatkan realita tidak
sesuai dengan rencana, keinginan dan cita cita seseorang atau sekumpulan orang.
Adalah merupakan anugrah atau
keunggulan tersendiri bagi orang atau sekumpulan orang yang dapat mengenali
”masalah” nya. Banyak orang atau sekumpulan orang bisa kecewa dan marah
terhadap realitanya, namun sedikit orang yang bisa mengenal atau menemukan
masalahnya. Maka banyak orang yang mengalami kebingungan, kepanikan,
kebimbangan, keraguan atau kemarahan baik kepada dirinya maupun kepada orang
lain, karena mereka tidak mampu nengenali masalahnya.
Cara
memahami masalah berhubungan dengan kesadaran yang mendominasi diri seseorang
atau sekumpulan orang. Ada tiga kesadaran manusia ketika memahami masalah,
yaitu:
Pertama kesadaran
magis, yaitu kesadaran akan adanya kekuatan diluar diri dunia manusia, artinya bahwa
seluruh kehidupan manusia termasuk persoalannya adalah karena ada kekuatan dan
kekuasaan sang maha kuasa di luar dirinya. Kesadaran ini juga disebut kesadaran
spiritual, karena kesadaran ini bersumber dari mainstreaming spiritualitas diri
manusia. Kesadaran magis ini meletakan masalah pada kekuatan magis. Secara
praktis seluruh proses penyelesaian masalah diserahkan kepada sang waktu dan
kekuatan yang dipercaya ada di luar kemampuan nalar, knowlidge, dan perasaan
manusia itu sendiri. Oleh karena itu strategi utama untuk menyelsaikan
persoalan adalah dengan meminta pertolong sang maha kuasa di luar dirinya
(berdoa) dan menyerahkan sepenuhnya kepada sang waktu (sabar). Pendekatan utama
penyelesaian masalah manusia menggunakan cultural
approach.
Kedua, kesadaran
naif, yaitu kesadaran yang bertumpu kepada kepercayaan total terhadap diri
manusia itu sendiri. Artinya seluruh persoalan kehidupan manusia tergantung terhadap diri orang itu sendiri.
Oleh karena itu kesadaran naif ini juga disebut kesadaran self covidance. Secara
praktis seluruh proses penyelesaian masalah diserahkan total terhadap manusia
itu sendiri. Oleh karena itu strategi utama untuk menyelesaikan masalah adalah
dengan meningkatkan semangat, motivasi dan memperkuat karakter, knowlidge,
ketrampilan diri untuk membangun kekuatan menyelesaiakan segala persoalannya.
Salah satu rumus praktis nya dalam penyelesaian masalah adalah memahami,
mengenali sumber masalah itu sendiri dan membelajari teknik teknik menangani
sumber masalah tersebut. Pendekatan penyelesaian masalah yang berbasis kepada
kesadaran magis biasanya menggunakan developmen
approach.
Ketiga, kesadaran krtitis, yaitu kesadaran yang
bertumpu kepada kepercayaan bahwa seluruh kehidupan manusia merupakan satu
kesatuan system yang saling terkait satu sama lain seperti struktuk mekanik.
Dengan demikian seluruh persoalan kehidupan manusia merupakan kaitan dari
system atau struktur sosial, ekonomi dan politik. Oleh karena itu strategi utama
dalam penyelesaian persoalan adalah menggunakan strategi transformatip dan
advokasi. Pendekatan penyelesaian masalah yang berbasis kepada kesadaran kritis
biasanya menggunakan structural apprach.
C. Paradigma (Kawasan berpikir) dalam memahami masalah
Dalam perspektip keilmuan soaial ada empat kawasan berpikir manusia dalam
memahami masalah, yaitu:
Pertama, Paradigma Humanis radikal,
yaitu kawasan berpikir dalam memahami masalah dari perspektip kesadaran manusia
yang menggugat atau mempertanyakan struktur berpikir dalam kepalanya yang
mendominasi dan memaksakan atau mememenjara akal pikirannya sehingga tidak ada
keberanian melakukan berbagai terobosan, atau keluar dari pola umum. Menurut
paradigma humanis radikal, bahwa masalah adalah akibat dari terkungkungnya cara
berpikir manusia itu sendiri. Oleh karena itu cara praktis untuk menyelesaikan
masalah menurut paradigma humanis radikal adalah dengan memerdekakan pikir agar
mampu melahirkan berbagai kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan masalah.
Kedua,
Paradigma intepretatip, yaitu kawasan berpikir dalam memahami masalah dari
perspektip pemaknaan simbol, bahasa atau tanda tanda fenomena kehidupan
manusia. Menurut paradigma intepretatip bahwa masalah adalah merupakan
kesalahan atau salah mengerti tentang memaknai simbol, bahasa atau tanda tanda
kehidupan. Oleh karena itu cara praktis untuk menyelesaikan masalah menurut
paradigma intepretatip adalah dengan meningkatkan kualitas, intensitas,
frkekuensi, media dan materi komunikasi. Musyawarah, dialog, diskusi, curhat,
dan konseling adalah sangat dianjurkan sebagai media penyelesaian masalah.
Jangan sekali kali memendam dan menyembunyikan masalah dalam diri anda, tetapi
bukalah dan komunikasikan dengan orang lain yang dipercaya.
Ketiga, Paradigma struktural radikal,
yaitu kawasan berpikir dalam memahami masalah kehidupan manusia dari perspektip
perubahan struktur atau sytem sosial yang mengkonstruksi perilaku manusia.
Menurut paradigma struktural radikal bahwa masalah adalah merupakan akibat
struktur atau system yang merugikan, menindas, mengeksploatasi manusia. Oleh
karena itu cara praktis untuk menyelesaikan masalah menurut paradigma struktur
radikal adalah dengan mengkaitkan antara kehidupan manusia dengan struktur atau
system yang berlangsung seperti kebijakan publik---UU/PP/PERDA dan struktur
sosial ekonimi yang ada.
Keempat, paradigma fungsional, yaitu
kawasan berpikir dalam memahami masalah kehidupan manusia dari perspektip
fungsi fungsi sosial yang tidak jalan sehingga menimbulkan berbagai masalah
yang dirasakan oleh manusia. Menurut paradigma fungsional bahwa masalah adalah
merupakan akibat fungsi sosial yang tidak jalan sehingga merugikan dan
manyulitkan masyarakat. Oleh karena itu cara praktis untuk menyelesaikan
masalah menurut paradigma fungsional adalah dengan mengkaitkan antara kehidupan
manusia dengan fungsi fungsi sosial yang berkaitan satu sama lain.
D. Paradigma pola menganalisis sumber masalah
Berbagai
teknik untuk memahami sumber masalah kehidupan manusia telah dipolakan dengan
berbagai macam pola. Secara paradigmatik pola analisis sumber maslah ada dua,
yaitu paradigma sebab akibat dan linier dan paradigma non linier dan tidak selalu
berlogika sebab akibat.
Beberapa pola analisis sumber masalah dari
paradigma linier yang berlogika sebab akibat contohnya:
1. Pola pohon / akar masalah.
Pola analisis pohon masalah
ini menggunakan analogi profile suatu pohon mulai dari akar, batang, cabang dan
daun. Simbol daun adalah masalah yang muncul banyak dipermukaan; simbol cabang
adalah merupakan fenomena yang mengakibatkan munculnya masalah dipermukaan;
batang adalah merupakan substansi yang menjadi pangkal munculnya fenomena yang
mengakibatkan munculnya masalah; sedangkar akar adalah merupakan sumber utama
yang menyebabkan substansi yang menjadi pangkal munculnya fenomena yang
mengakibatkan munculnya masalah.
2. Pola makan bubur panas
Pola analisis makan bubur
panas ini menggunakan analogi suatu bubur panas hubungannya dengan pusat dan
pinggiran. Temperatur panas yang
tertinggi bubur ada di tengah dan semakin meminggir temperatur panasnya semakin
mengecil. Analogi ini digunakan ketika orang menyelesikan masalah jangan
memulai dari yang paling berat namun mulailah dari masalah yang paling ringan.
3. Matrik sebab akibat yang berbasis logika
management
Pola analisi matrik logika
managemnt menggunakan analogi input output yang menghasilkan outcome dan
impact. Masalah masalah yang paling mengemuka harus di masukan menjadi target
dalam output, masalah substansial dimasukan dalam rumusan hasil dalam oucome,
dan sumber utama masalah dimasukan dalam rumusan benefisiaries dalam impact.
4. Matrik methaplan
Pola matrik methaplan
mengghunakan alat bantu karti masalah. Setiap kartu hanya ada satu rumusan
masalah. Seluruh kartu masalah dihubungkan satu sama lain dengan logika sebab
akibat dan berpola linier. Dari hasil hubungan antar kartu akan ditemukan kartu
masalah yang dianggap sebagai kartu masalah yang menjadi sumber utama dari
seluruh kartu masalah yang ada.
5. Matrik skore masalah
Matrik skore masalah adalah
merupakan bagain statistik masalah dengan x dan y sebagai variabel masalah. X
variabel masalah adalah merupakan fantor masalah yang mempengaruhi atau
mengakibatkan atau variabel dependent. Sedangkang Y adalah variable masalah yang dianggap
sebagi faktor masalah yang dipengaruhi atau diakibatkan atau variable
independent. Setelah di sekor akan diketemukan posisi masalah sebagai variabel penyebab utama,
variable perantara masalah dan variable
yang diakibatkan.
Beberapa pola analisis sumber masalah dari
paradigma non linier yang berlogika tidak sebab akibat contohnya:
- Analisa
imaginatip multy dimensi
Cara memahami masalah dengan
pola imaginatip multy dimensi, dituntut kemampuan untuk menembus dimensi waktu,
dimensi tempat, dan dimensi fisik. Analisa ini sering menggunakan teknik
spiritual untuk mencari sumber masalah. Karena masalah yang muncul hubungannya
dengan galksi mikro kosmos dan makro kosmos. Analisa ini sering disebut juga
dengan nama masa depan. Penyelesaian masalah selalu didekati dengan proses
perencanaan masa depan secara komprehensip.
- Brake through
Pola membuat terobosan adalah
menganalogikan bahwa masalah adalah bagaikan tembok penghalang. Untuk mengatasi
untuk melewati tembok penghalang ini dengan cara membuat tembusan atau
kemampuan menembus tembok. Salah satu teknik menembus tembok adalah dengan cara
menggunakan sifat sifat air yang dapat merembes dalam pori pori yang paling
kecil atau menggunakan sifat uap yang dapat menembus segala celah sekecil
apapun. Secara kongkrit masalah harus dihadapi dengan cara lembut, cair,
fleksibel dan tekun.
- Menjadikan
masalah menjadi potensi atau keberuntungan
Masalah tidak dianalisis untuk
dicari sumbernya, namun diubah dan dikontruksi menjadi modal atau sumber
keberuntungan. Kemampuan orang dalam mengatasi masalah dengan mengubah menjadi
keberuntungan diperlukan social entrprenership yang luar biasa. Namun secara
praktis masalah selalu dipahami dari berbagai sisi positipnya tidak harus
divonis menjadi vaktor negatip.
E. LINGKUP PROBLEM SOLVING
l Kecepatan memahami persoalan.
Masalah harus secapatnya dipahami, dikenali dan
dimengerti secara utuh. Jangan melihat masalah hanya bagiannya namun harus di pahami secara cepat
jangan sampai tertinggal dengan momentum nya.
l Kecepatan melakukan analisis persoalan.
Kecepatan melakukan analisis masalah menjadi vaktor
penentu dalam menemukan berbagai solusi untuk penyelesainnya. Masalah selalu
berhubungan dan terkait satu sama lain dengan masalah lainnya.
l Kecepatan memunculkan berbagai pilihan tindakan.
Munculkanlah secara cepat berbagai solusi untuk
memecahkan masalah, semakin banyak pilihan akan semakin mudah untuk membuat
langkah kongkritnya. Beberapa pilihan di kalkulisi dengan menggunakan analisis
SWOT.
l Kemampuan menentukan pilihan tindakan.
Hasil kalkulasi SWOT sangat membantu secara cepat untuk
memilih solusi, jangan sampai memilih solusi yang justru akan membuat masalah
baru.
l Kecepatan menggalang sumberdaya yang dibutuhkan.
Salah satu keberhasilan dalam menyelesaikan masalah
adalah kemampuan dan kecepatan menggalang resources yang dibutuhkan dalam
penyelesaian masalah.
FS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar