Selasa, 19 Januari 2016

KIAT MENJADI FASILITATOR
Fajar Sudarwo (Kang Jarwo)



Makna Fasilitator
Pengertian dasar fasilitator adalah orang yang berprofesi memperlancar proses atau membuat mudah suatu proses agar dapat mencapai tujuan proses tersebut. Proses yang sangat diperlukan kehadiran seorang fasilitator adalah biasanya dalam hal musyawarah, rembugan untuk membuat keputusan, pembelajaran dalam rangka pendidikan, menyelesaikan konflik / pertentangan, membangun kerja sama dll.
Fasilitator bukan berperan seperti seorang guru, bukan juga seorang pemimpin, dan bukan juga bertindak sebagai ekspert / akhli. Namun dia berperan sebagai penghubung dan pemacu proses dialog, berpikir dan bertindak agar suatu proses dapat lancar berjalan sesuai dengan tujuannya. Ingat bahwa fasilitator adalah memperlancar proses bukan mempersulit dan memperlambat proses.
Nilai Dasar Fasilitator
Nilai dasar yang perlu dimiliki oleh seorang fasilitator adalah:
  1. Demokratis
Seorang fasilitator perlu memiliki jiwa demikratis, dimana harus menghargai pendapat dan hak hak individu. Jangan sampai seorang fasilitaor mempunyai perilaku ”memaksakan kehendak”, ingin menang sendiri atau otoriter. Kemudian pendapat individu dikonfirmasikan di sepakatkan kepada sejumlah orang yang akan menjadi pendapat bersama.
  1. Pluralis
Jiwa fasilitator adalah pluralis dimana mengakui dan menghargai semua entitas sosial seperti suku, agama, ras, dan warna kulit / fisik orang. Fasilitator mempunyai pemahaman analisis yang pluralis yang tidak mensumberkan masalah atau persoalan terhadap SARA dan fisi sesorang. Fasilitator tidak boleh mempunyai ektrimitas terhadap stereotip entitas sosial apapun, khususnya stereotip yang berkonotasi negatip.
  1. Egaliter
Seorang fasilitator harus mempunyai prinsip egaliter, dimana status sosial ekonomi tidak menjadi acuan untuk menyelesaikan masalah. Semua orang dipandang sederajat sebagai makhluk Allah yang sama sama mempunyai potensi dan kelemahan diri. Tidak membangun relasi atas bawah, juragan buruh, gusti kawula dan relasi guru murid.
  1. Berkeadilan gender
Seorang fasilitator haris memandang relasi jenis kelamin secara adil. Artinya tidak ada diskriminasi (meminggirkan), subordinasi (membawahkan) dan stereotip (melekatkan sifat) jenis kelamin manusia. Dengan kata lain seorang fasilitator harus menjahui nilai nilai patriarkhi dan feodalisme.

Gaya Penampilan Fasilitator
Seorang fasilitator sebaiknya mempunyai gaya yang dapat diterima oleh semua pihak. Agar bisa diterima semua pihak yang difasilitasi, seorang fasilitator sebaiknya mempunyai gaya penampilan sebagai berikut:
  1. Ramah
Sebaiknya seorang fasilitator berpenampilan semanak, semedulur, grapyak atau dengan bahasa sosialnya adalah familier dan mudah bergaul. Siapapun orangnya tanpa pandang bulu dapat digauli secara wajar. Ekpresi penampilan ramah biasanya berupa murah senyum tidak angker dan tidak menakutkan dan yang lebih penting tidak sombong dan devensip.
  1. Humoris
Seorang fasilitator akan tidak membosankan kalau dalam penampilannya selalu cerdas membuat orang senang dan tertawa riang. Artinya penampilan yang tegang dan terlalu serius secara terus menerus sebaiknya dihindari oleh seorang fasilitator. Namun ingat bahwa humor yang dikeluarkan jangan sampai membuat orang tersinggung. Kuncinya jangan mengambil topik humor fisik seseorang atau menyinggung keaykinan dan latar belakang sosial. Untuk menjadi seorang humoris yang menarik fasilitator harus jeli bermain logika, karena kelucuan fasilitator adah mempermainkan logika terbalik sehingga orang akan terkesimak dan membangun kesegaran suasana pikir orang.
  1. Disiplin
Sebaiknya seorang fasilitator haris disiplin dalam segala tindakannya. Sehingga dia mampu menjadi pemandu proses yang tepat waktu dan tepat sasaran. Basis kedisiplinan fasilitator bukan berbasis normatip namun berbasis kesepakatan terhadap tanggung jawab bersama.
  1. Cakap
Sebaiknya seorang fasilitator mempunyai penampilan cakap dalam mendengarkan orang bicara, cakap mengambil maksud dan kepentingan orang, dan cakap menyampaikan gagasan dan idenya baik secara verbail (kata kata) maupun non verbal (tulisan dan gerak tubuh).

Pengetahuan Dasar Fasilitator
Fasilitator diharapkan banyak oleh orang orang yang difasilitasi dalam segala pengetahuan. Namun tidak ada seorangpun di dunia ini yang menguasai semua pengetahuan yang ada di dunia. Oleh karena itu beberapa pengetahuan dasar yang perlu dimiliki oleh fasilitator dalah:
  1. Analisa Sosial
Seorang fasilitator sebaiknya mempunyai pengetahuan cara menangkap fakta sosial, menghubungkan satu sama lain dan memaknai secara kritis. Ada tiga hal dalam analisa sosial yang perlu dipahami fasilitator: Pertama, Kerangka berpikir, kerangka berpikir orang selalu dibagi dua yaitu keraka pikir obyektip-subyektip, struktural-non struktural, positivis dan non positivis. Kedua, Kesadaran manusia sebagai landasan memaknai informasi. Dimana setiap orang biasanya mempunyai tiga kesadaran sebagai berikut: (1) Kesadaran magis, yaitu kesadaran yang bertumpu kepada kekuatan diluar manusia yang mempengaruhi nasib manusi. (2) Kesadaran naif, yaitu kesadaran yang bertumpu kepada kekuatan keberadaan manusianya atau sumber daya manusianya yang mempengaruhi nasibnya. (3) Kesadarn Kritis yaitu kesadaran yang bertumpu kepada kekuatan system atau struktur yang sangat mempengaruhi nasib manusi. Ketiga, methodologi analisa sosial yang menyangkut methode konvensional (statistik akademis sepihak) dan methode intelektual organic yang partisipatip. Biasanya seorang fasilitator rakyat khususnya fasilitator petani menggunkan methode partisipatip. Dimana analisa sosial yang dilakukan menggunakan metdode peran serta masyarakat itu sendiri.
  1. Komunikasi
Pengetahuan komunikasi sangat dibutuhkan seorang fasilitator. Bahkan pengetahuan dan ketrampilan komunikasi ini menjadi faktor penentu keberhasilan seorang fasilitator dalam memandu proses. Bentuk komunikasi yang sangat dibutuhkan adalah komunikasi verbal. Berbagai bentuk komunikasi verbal yang sangat diperlukan adalah: (a) Dialog, yaitu komunikasi dua arah yang berimbang saling memberi, saling menerima. Berganti antara mengaujuakan pendapat dan mendengarkan pendapat partner bicaranya. (b) Orasi / pidato / ceramah, yaitu bentuk menyampaikan pokok pikiran secara systematis, runtut dan jelas pesannya dalam waktu tertentu dengan mengingat porsi; antara konsep abstrak dan contoh kongkrit secara berimbang, antara bentuk verbal dan gerak, antara serius dan humor, serta antara pengalaman diri dan pengalaman orang lain. Dalam methode ceramah sebaiknya tidak total satu arah namun mengakomodir harapan dan kebutuhan yang mendengarkan. Salah satu ’penyakit’ atau kelemahan metode ceramah ini adalah apa yang disampaikan dianggap penting oleh pendengarnya padalah tidak semuanya penting bagi sipendengarnya. (c) Provokasi, yaitu bentuk komunikasi yang menyampaikan informasi dan pikiran membuat orang yang mendengarkan terstimulant untuk bertindak. (d) Agitasi, yaitu bentuk komunikasi yang menyampaikan informasi yang secara umum masih tertutup atau rahasia. Sehingga orang yang mendengarkan akan terkesimak dan terdorong untuk bergerak secara cepat. (e) Intimidasi, yaitu bentuk komunikasi yang memprofil entitas sosial tertentu sehingga orang yang mendengarkan akan keluar kesadarnnya secara kritis dan akan melakukan refleksi untuk keluar dari kebiasaannya yang tidak mempunyai muatan pemihakan tertentu. (e) Ceritera kasus, yaitu bentuk komunikasi yang berbentuk cerita kasus untuk mempermudah pendengar memahami berbagai konsep secara abstrak. (f) Komik, yaitu bentuk komunikasi yang dituangkan dalam gambar gambar agar mempermudah orang memahami pesan yang terkandung dalam informasi yang akan disampaikan.
  1. Metode Pendidikan orang dewasa
Metode pendidikan orang dewasa adalah suatu proses pendidikan untuk orang dewasa. Prinsip dasar pendidikan orang dewasa adalah: (a) Proses pendidikan yang berbasis kepada pengalaman, keyakinan, norma, pikiran dan pendapat dari peserta. Sehingga prinsip saling membelajari satu sama lain adalah mutlak sebagai basis kurikulumnya. (b) Mekanisme dan tatatertib proses pendidikan berdasarkan kultur dan norma yang melekat dari semua peserta yang disepakati bersama. (c) Proses pendidikan yang memerdekakan dan mencerdaskan orang bukan membodohi, sehingga unsur berpikir dan berkreasi lebih diberi proposi yang lebih dari pada unsur indoktrinasi. (d) Alur pendidikan yang berbasis refleksi pengalaman peserta untuk diambil lesson learned untuk memperbaiki tindakan dimasa yang akan datang.
  1. Media pembelajaran rakyat
Pemahaman pengetahuan tentang media pembelajaran rakyat sangat diperlukan oleh seorang fasilitator. Beberapa media pembelajaran rakyat yang paling diperlukan adalah; (a) Media musyawarah, media ini sangat populair dikalangan masyarakat Indonesia. Musyawarah sebagai bentuk media pembelajaran yang paling demokratis, partisipatip dan effisien. (b) Media seni budaya, biasanya kesenian rakyat adalah menjadi media pembelajaran untuk pendidikan rakyat dalam mentransformasi nilai nilai tertentu dalam kehidupan manusia. (c) Media transformatip, media ini biasanya berupa kegiatan praktik yang memberi keuntungan atau hasil secara pragmatis namun sekaligus membangun kesadaran strtetegis dalam kontek idiologis dan struktural. (d) Media sosial budaya, media pembelajaran melalui jalur prosesi keagamaan dan budaya yang secara tradisi atau secara umum telah dilakukan oleh masyarakat. (e) Media populair, yaitu media pembelajaran melalui TV dan Radio.
  1. Teknik teknik penyelesain konflik
Teknik teknik penyelesain konflik secara parkatis perlu dipahami oleh fasilitator. Beberpa hal yang elementer untuk dikethui adalah: (a) Investigasi dan analisis sumber sumber konfilk. (b) Analisis terhadap karakter entitas yang terlibat dalam konflik. (c) Memahami alur fitroh manusi menghadapi konflik. (c) Berbagai tknik menyelesikan konflik dengan berbagai modus seperti, dialog langsung, arbitrase, juri, sampai bentuk litigasi dan gencatan senjata perang terbuka. Disamping itu perlu memahami bentuk bentuk menejemen konflik dimana system ini tidak menghilangkan konflik itu sendiri tetapi merubah potensi konflik menjadi potensi untuk berprestasi.
  1. Program pemberdayaan Masyarakat
Fasilitator rakyat sangat direkomendasi untuk memahami prinsip prinsip pemberdayaan masyarakat. Hal ini penting karena hampir semua proses fasilitasi kegiatan rakyat selalu mengacu kepada proses pemberdayaan. Beberapa elemen yang perlu dikuasai dalam proses pembedayaan masyarakat adalah: (1) Proses masyarakat memenuhi kebutuhan dasarnya. (2) Membangun kesadaran kritis, agar proses produksi dan perilaku hariannya tidak justru menguntukan pihak lain yang lebih kuat dan merugikan dirinya. (3) Proses membangun kemampuan rakyat untuk mengakses berbagai pusat pusat sumberdaya dan fasilitas public. (4) Proses kemampun menumbuh kembangkan oernanisasi rakyat untuk menyelesikan persoalan struktural. (5) Proses meningkatkan kapasitas melakukan kontrol sosial dan kontrol kebijkan public yang merugikan hak hak dasarnya.

Pengetahuan / ketrampilan khusus untuk Fasilitator petani / desa
Fasilitator petani direkomendasi untuk memahami berbagai pengetahuan yang ada hubungannya dengan kehidupan petani atau warga desa. Berbagai pengetahuan yang sangat penting dipahami adalah:
  1. Kultur budaya masyarakat.
Fasilitator petani / warga desa semestinya memahami nilai nilai yang dipercaya dan diyakini, hukum dan norma adat yang menjadi acuan kontrol sosial, serta berbagai tradisi dan prosesi ritualnya. Hal ini penting untuk memahami karakter manusia yang akan difasilitasi dan mempermudah membangun kepercayaan fasilitator di masyarakat. Disamping itu sangat penting untuk menjadi media proses pembelajaran petani dan warga desa secara kultural.
2. Peraturan dan Perundang Undangan
Seluruh warganegara termasuk petani maupun warga desa tidak akan pernal lepas dari kekuatan normatip perundang undangan dan peraturan yang diberlakukan kepada dirinya. Oleh kerena itu fasilitator petani sebaiknya memahami berbagai peraturan dan perundang undangan yang berhubungan dengan pertanian dan desa. Hal ini penting untuk mempermudah analisasa kebijakan dalam rangka mengkaji hak hak petani dan warga desa yang telah diakomodir oleh negara dan sekaligus untuk menginfestigasi hak hak dasarnya yang masih perlu diperjuangkan. Salah satu contohnya adalah UU 32 /2004, Peraturan Presiden Nomer 36, dan Peraturan dan berbagai kebijakan pertanian, kehutanan dll.
  1. Globalisasi Pertanian.
Sejak revolusi hijau diterapkan seiring dengan politik pangan dunia sampai produksi pangan menjadi komondity perdagangan bebas. Nasib petani berada diujung jurang kehancuran karena keringat petani terhisap oleh industri makanan. Disamping pendapatan yang minimal, petani terancam oleh penyakit akibat racun dari pupuk dan obat pemberantas hama. Sementara kerusakan ekosytem alam akibat system pertanian industri tidak bisa direhabilitasi sampai tujuh generasi berikutnya. Oleh karena itu fasilitator petani perlu mengikuti perkembangan globalisasi pertanian yang secara tidak langsung pada dekade ini menentukan nasib kehidupan petani.
  1. Analisa pranata mangsa.
Kemampuan analisa ekosystem yang hubungannya dengan musim sangat penting bagi fasilitator petani. Sebab sektor pertanian yang bahasa inggrisnya agriculture adalah suatu proses produksi yang berhubungan dengan alam dan budaya manusia. Dengan demikian teknik membaca tanda tanda alam yang berhubungan dengan proses produksi, kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia sangat penting sebagai bekal seorang fasilitator petani.
  1. Analisa perkembagan produksi.
Kemampuan analisa produksi pertanian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan bahasa fasilitator petani. Bahasa fasilitator petani akan mudah dimengerti kalau menggunakan bahasa proses dan faktor produksi pertanian.
  1. Analisa Pasar Produksi Pertanian
Pemahaman akan analisa pasar seperti alur dan mekanisme, harga, konsumen, perantara yang ada hubungannya dengan pasar produksi pertanian, sangat urgent untuk diketahui oleh fasilitator petani. Persoalan pertama bagi petani adalah persoalan harga yang selalu dibawah ongkos produksi, sehingga elemen ini menjadi persoalan utama bagi kehidupan petani.
  1. Pemetaan kawasan
Pemataan kawasan yang memberi informasi tentang posisi petani dalam system alam pertanian menjadi refrensi yang direkomendasikan untuk diketahui oleh para fasilitator petani. Sebab kehidupan petani secara utuh sangat tergantung dengan posisi mereka dalam kawasan alam sekitarnya.
  1. SWOT Organic Farming dan An Organic Farming
Fasilitator petani sebaiknya mampu membuat analisa kelemahan, keunggulan, hambatan dan dukungan dua bentuk budi daya pertanian baik yang menggunakan organic system maupun yang menggunakan an organic system. Sehingga dapat memahamkan dan menyadarkan petani dalam memilih system budidayanya dalam kontek untuk kesejahteraan hidupnya dan pelestarian alam lingkungannya.
  1. Pelestarian lingkungan dan ekosistem
Berbagai wacana dan teknik bagaimana upaya manusia khususnya petani menjaga pelestarian alam lingkungan dan ekosistemnya sebaiknya dipunyai oleh fasilitator petani. Sebab kelangsungan kebertahanan dan keberdayaan petani sangat tergantung dengan ekosistem dan alam lingkungannya.
  1. Wacana Gerakan Organisasi Petani.
Nasib petani jelas bukan hanya ditentukan oleh kualitas kapasitas dirinya dan ketersediaan alam lingkungan yang didukung oleh ekosistemnya, tetapi juga ditentukan oleh kebijakan global, peraturan pemerintah mulai pusat sampai desa. Oleh karena itu untuk memperjuangkan nasibnya petani perlu mempunyai media gerakan perlawanan. Oleh karena itu fasilitator petani sebaiknya memahami wacana gerakan organisasi petani untuk memperjuangkan hak hak hidupnya.*
Dinamika Kelas:
1. Bijih salak 25 per kelompok, ide untuk membagi. Lesson learned mengurangi semangat serakah.
2. Menjatuhkan telor ayam mentah agar tdk pecah, dengan modal kertas satu kertas fipchard, sedotan minuman 20 bijih dan silotip sepanjang 1 m.
3. Bentuk bentuk presentasi diskusi kelompok: (a) Drama (b) Pantomin. (c) Kartu berwarna. (d) Siaran radio briack news.
4. Penampilan fasilitator: Pakai film dokumenter, pakai kartu, presentasi pakai gambar.
5. Review: Bisa menggunakan media tulisan; Bisa menggunakan bentuk reporter; pakai gambar gambar.
6. Syarat menjadi fasilitator: (1) Menguasai mater (2) Menggunakan alat alat yang ada. Kartu bisa diganti dengan kalender bekas, untuk menempel bisa diganti dengan bagor, tampah dll. Ganti spidol dengan areng, atau kapur. Gantinya lem dengan getah gori dll.
7. Ice briker: Pingsut dengan berbagai ceriter bisa samson delila, berburu (polisi hutan, pemburu, singa). Rujak buah...menyebut buah yang belum disebut. Ceritera ceritera lucu: Ceritera neraka, ceritera memanah buah.
8. Menjadi fasilitator yang trampil: Tidak ada orang yang tahu segalanya, tetapi semua orang pasti tahu sesuatu.
PANDUAN PRAKTIS
PERENCANAAN STRATEGIS ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL
Fajar Sudarwo ( Mas Jarwo)

Pemahaman Dasar Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis berasal dari kata strategos adalah seni para jendral dalam merencanakan perang. Kemudian diadopsi oleh masyarakat sipil sebagai seni berperang memperjuangkan atau membela: Ide, posisi, harkat, martabat masyarakat atau Negara. Atau ilmu kompetisi, mengungguli yang lain. Pikiran strategis mengandung: (a) Tindakan comparative (Keunggulan sendiri), (b) Tindakan Kompetitif (Kelemahan pihak lain), (c) Tindakan Inovatif (Memuat unsure pembaharuan)[*]
Perencanaan strategis bagi Organisasi Masyarakat Sipil adalah merupakan seni proses perencanaan untuk memperjuangkan dan membela hak hak sipilnya. Esensi dari perencanaan strategis adalah: (1) Menentukan focus program guna memastikan posisi di masa depan. (2) Perencanaan multisektoral merangkum perencanaan bagian atau sektoral. (3) Memastikan meningkatnya kapasitas yang mengungguli partner lain tanpa menciderai. (4) Mngindentifikasi dan merumuskan berbagai strategi unggulan. (5) Membangun komitment dan kesepakatan para pimpinan puncak institus. (6) Membangun kerja sama dengan stake holder utama.

Prasyarat Keberhasilan Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis Organisasi Masyarakat Sipil akan berkualitas menjadi rujukan tindakan organisasi dalam mencapai cita-citanya kalau memenuhi syarat sebagai berikut: Pertama; Adanya semangat organisasi untuk mewujudkan cita citanya di masa yang akan datang. Semangat ini diwujudkan dengan dalam rumusan singkat mengapa organisasi ini memerlukan perencanaan strategis. Kedua, Pastikan bahwa semua unsur pemimpin organisasi (pengambil keputusan) di semua tingkatan dapat hadir dan mengetahui pentingnya organisasi melakukan perencanaan strategis. Ketiga, identifikasi dan undanglah semua stake holder organisasi untuk mengikuti perencanaan strategis secara aktif. Keempat, kirimkan dokumentasi organisasi yang penting (Visis, misi, struktur organisasi, program program utama, dan berbagai laporan tahunan) kepada para calon peserta. Kelima, siapkan berbagai informasi perkembangan social, politik, ekonomi, lingkungan dan teknologi yang berhubungan dengan kerja organisasi baik langsung maupun tidak langsung. Dokumen ini sebaiknya diresume dan dibagikan kepada peserta.

Methode dan media proses Perencanaan Strategis
Methode perencanaan strategis sebaiknya menggunakan metode temu kerja atau lokakarya partisipatip. Dimana semua peserta distimulant dan dipandu untuk mengambil lesson learned pengalamannya sesuai dengan kompetensi profesinya dan posisi dalam organisasinya sabagai bahan untuk berperan aktip dalam proses. Fasilitator berposisi memacu inspirasi dan imajinasi semua peserta untuk memasuki alam dan dan suasana masa depan dalam rangka menggali pikiran dan ide ide peserta untuk memberikan rujukan startegis kehidupan organisasi di masa depan.
Media perencanaan startegis yang paling efektif menggunakan media temu muka yang dibantu dengan alat meta plan atau kartu ide. Media ini sangat effektip untuk mengakomodair ide dan pikiran semua peserta secara merata dan adil. Alat ini juga untuk mengurangi dominasi beberapa peserta yang mudah bicara dan membantu peserta pasif bicara untuk terlibat secara proporsional.

Kerangka berpikir dan alat analisis Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis adalah proses olah imaginasi dan olah pikir yang didukung dengan informasi dan fakta obyektip masa lalu dan masa sekarang. Oleh karena itu dalam proses perencanaan strategis perlu dibantu alat analisis yang dapat membantu peserta mencurahkan ide dan pikirannya secara tajam. Dasar analisis yang digunakan adalah kerangka pikir dalam melihat elemen eksternal (ancaman dan dukungan) dan internal (kelemahan dan potensi) dimana masing masing elemen dilihat secara tajam. Beberapa alat analisis yang membantu perencanaan strategis organisasi masyarakat sipil adalah:
1. Analisis Mandat / Ekspektasi Stakeholder
Analisis ini untuk mengidentifikasi mandate dan ekpektasi stakeholder terhadap organisasi. Rumusan mandate setiap stake holder sebaiknya menggunakan kalimat aktip yang singkat dan jelas. Masing masing stake holder diidentifikasi daya dukung atau kontribusi utama terhadap organisasi. Hambatan hambatan apa yang mengganggu terjadinya daya dukung setiap stake holder di rumuskan secara tegas oleh masing masing stakeholder. Rumuskan bidang kritis baik secara makro atau mikro yang perlu diperhatikan agar kontribusi dan daya dukung stakeholder tersebut bias berjalan. Agara daya dukung dan kontribusi dapat berlangsung, tindakan strategis apa yang perlu dilakukan oleh organisasi. Untuk melakukan tindakan strategis tersebut memerlukan sumberdaya khusus apa? Hal ini perlu dirumusakan secara rasional.
Contoh Matrik Analisis Mandat Stake holder

Nama Stakehoder
Harapan Utama
Dukungan / Kontribusi Utama
Hambatan utama
Bidang Kritis (Mikro/makro)
Tindakan Strategis
Sumber daya khusus yang diperlukan















2. Analisis Hasil Kerja
Analisis ini adalah alat tinjauan kritis terhadap hasil kerja organisasi secara berkesinambungan dalam jangka panjang (minimal lima tahun). Rincian hasil berkeinambungan ini dirinci menjadi hasil kongkrit yang dapat dinikmati konsituen atau masyarakat. Hasil kerja ini ditinjau dari aspek sumber daya manusia, infrastruktur, kelembagaan, mekanime kerja, jaringan organisasi, budaya organisasi dan citra organisasi. Masing masing elemen dilihat kunggulan dan kelemhannya dari sudut pandang ekternal untuk mengubah asumsi public dan rumusan inovasi strategisnya.
Contoh Matrik Analisis Hasil Kerja
Jenis Hasil Kerja
Keunggulan Utama
Kelemahan Utama
Bidang Kritis
Tindakan Strategis
Sumberdaya khusu yang diperlukan
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asumsi
Inovatif



























3. Analisis Institusi
Analisis ini adalah alat tinjauan kritis terhadap institusi atau alat kelembagaan dalam organisasi yang telah berlaku berkesinambungan dalam jangka panjang (minimal lima tahun). Alat analisis Intitusi ada dua perangakat yaitu analisis intitusi secara umum dan analisis institusi secara rinci dan mendalam. Aspek institusi yang dianalisis secara umum adalah: Leadership, SDM, Struktur Organisasi, Keungan, Administrasi, Logistik/peralatan, Pelayanan / produk, Promosi, Inovasi, Budaya organisasi, Strategi program. Analisis intitusi secara mendalam dirinci dengan kelompok analisis; a. Organisasi yang meliputi: kepengurusan, keanggotaan, pengambilan arah organisasi, dan kepemimpinan); b. Management yang meliputi: arah program, struktur organisasi, administrasi, pengambilan keputusan, perencanaan, implementasi dan pengendalian; c. Sumber daya meliputi: personil, peralatan kerja, keuangan, tekhnologi dan pengalaman. d. Jaringan organisasi meliputi: organisasi sesame, pemerintah, masyarakat, sponsor dan organisasi luar negri. e. Budaya organisasi meliputi: nilaia yang dianut, prinsip kerja dan perilaku personil.
Masing masing elemen dilihat kunggulan dan kelemhannya dari sudut pandang ekternal untuk mengubah asumsi public dan rumusan inovasi strategisnya.
Contoh Matrik Analisis Institusi
Aspek Aspek Institusi
Keunggulan Utama
Kelemahan Utama
Bidang Kritis
Tindakan Strategis
Sumberdaya khusu yang diperlukan
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asumsi
Inovatif



















4. Analisis Lembaga Partner
Analisis ini untuk mengidentifikasi lembaga partner hubngannya dengan organisasi. Masing masing lembaga partner diidentifikasi daya dukung atau kontribusi utama terhadap organisasi. Hambatan hambatan apa yang mengganggu terjadinya daya dukung setiap lembaga partner di rumuskan secara tegas oleh masing masing lembaga partner tersebut. Masing masing elemen dilihat kunggulan dan kelemhannya dan isu isu stretegisnya dari sudut pandang ekternal untuk mengubah asumsi public dan rumusan inovasi strategisnya.
Contoh Matrik Analisis Lembaga Partner
Nama Partner
Hambatan utama thd program
Dukungan
utama thd program
Isu Strategis
Tindakan Strategis
Sumberdaya khusu yang diperlukan
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asumsi
Inovatif



















5. Analisis Kelompok Dampingan / Target Group
Analisis ini untuk mengidentifikasi karakter Kelompok Dampingan / Target Group. Masing masing Hambatan hambatan apa yang mengganggu terjadinya daya dukung kelompok dampingan di rumuskan secara tegas oleh masing masing lembaga partner tersebut. Masing masing elemen dilihat kunggulan dan kelemhannya dan isu isu stretegisnya dari sudut pandang ekternal untuk mengubah asumsi public dan rumusan inovasi strategisnya.
Contoh Matrik Analisis Lembaga Partner
Kelompok Dampingan
Karakter Komitmen
Dukungan
Untuk prog.
Isu Strategis
Tindakan Strategis
Sumberdaya khusu yang diperlukan
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asumsi
Inovatif









6. Analisis Lingkungan Ekososbudtekpolkam
Analisis ini merupakan bentuk prakatis analisis social. Hal ini penting untuk meninjau secara kritis situasi lingkungan makro yang diperkirakan berpengaruh terhadap organisasi. Elemen utama yang ditinjau adalah elemen social, ekonomi, teknologi, politik dan keamanan ditinjau dari daya hambat dan daya dukungnya terhadap factor organisasi yang meliputi aspek pelayanan atau produk organisasi, aspek institusi dan aspek budaya organisasi.
Contoh Matrik Analisis Lingkungan Ekososbudtekpolkam
Faktor
Sosbud
Ekonomi
Teknologi
Politik-keamanan
Hambatan
Strategis
Tindakan
Strategis
Hambatan
Dukungan
Hambatan
Dukungan
Hambatan
Dukungan
Hambatan
Dukungan























7. Analisis Kecenderungan Internal dan ekternal
Analisis ini adalah campuran antara imaginasi dan ramalan masa depan organisasi dihubungkan dengan kecenderungan dinamika kondisi eksternal organisasi dan internal organisasi. Arah kecenderungan adalah merupakan imaginasi dan ramalan perkembangan umum secara obyektip. Sedangkan ramalan prediksi adalah penaksiran subyektip terhadap indikasi kongkrit perkembangan yang lebih spesifik. Ketepatan ramalan tersebut didasari dengan asumsi atau prasarat kondisi tertentu. Dari ramalan dan prediksi yang telah dirumuskan memberi referensi terhadap prioritas program baik di tingkat eksistensinya, produk riilnya dan dampaknya.
Contoh Matrik Analisis Kecenderungan Internal dan ekternal

Bidang
Kecenderungan
Prediksi
Asumsi
Prioritas Program
Sumberdaya strategis



Eksternal







Internal








8. Analisis Pesaing
Analisis ini adalah merupakan tinjauan empati terhadap pesaing secara kritis dari berbagai informasi yang ada. Organisasi pesaing diindentifikiasi dalam katagori tertentu ditinjau dari kekuatan dan kelemahannnya untuk referensi meningkatkan daya saing organisasi dalam proses peningkatan kualitas unggulan organisasi. Inti analisis ini adalah untuk menentukan strategi organisasi dalam menghadapi persaingan secara jujur dan adil.
Contoh Matrik Analisis Pesaing
Katagori Pesaing
Kekuatan Komparatif
Kelemahan Utama
Bidang Kritis
Tindakan Strategis
Konsekuensi Strategi
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asumsi
Inovatif



















9. Analisis Penyedia (Supplier)
Analisis ini untuk mengidentifikasi performance kerja dan kualitas partner penyedia untuk mendukung keunggulan dan kualitas produk / pelayanan organisasi.
Contoh Matrik Analisis Pesaing
Katagori
Penyedia
Jasa yang diberikan
Keunggulan Utama
Kelemahan Utama
Bidang Kritis
Tindakan Strategis
Sumber daya
Komparatif
Kompetitif
Ubah asmsi
Inovatif




















10. Analisis Masalah
Analisis ini adalah untuk meninjau secara kritis masalah di tingkat masyarakat, organisasi dan strategi program. Masalah masyarakat meliputi; ekonomi, social, teknologi dan politik. Masalah organisasi meliputi kepemimpinan, manajemen, sumberdaya dan jaringan. Sedangkan masalah strategi program meliputi perencanaan, implementasi, pengendalian dan pengembangan. Masalah utama dicari akar atau penyebabnya kemudian dicari solusi solusinya dari perspektif eksternal dalam melihat kompetisi.
Contoh Matrik Analisis Masalah
Faktor
Masalah Utama
Sebab Utama
Solusi Utama
Sumber daya
Komparatif
Kompetitif
Ubah asusmsi
Inovatif
Masyarakat







Organisasi







Strategi Prg.








11. Analisis Tujuan
Analisisi tujuan adalah merupakan tinjauan kritis terhadap empati soliusi persoalan yang berkembang di masyarakat, organisasi dan strategis program. Analisis ini adalah merupakan prirek dari analisis masalah untuk mengimajinasi keadaan ideal (menurut mandate dan cita cita organisasi) di masa yang akan datang dalam rangka menentukan tindakan strategisi organisasi.
Contoh Matrik Analisis Tujuan
Solusi Utama
Keadaan Ideal
Tindakan Strategis
Sumberdaya
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asumsi
Inovatif
Maslah Masyarakat






Masalah Organisasi






Masalah Strategi Prog.







12. Analisis Alternatif
Analisis ini adalah merupakan analisis prirek analisis tujuan dengan mengandaikan ada kegagalan. Analisis ini merupakan analisis imajinasi sekenario tindakan strategis untuk alternative di masa yang akan datang.
Contoh Matrik Analisis Alternatif
Rencana Tindakan Utama
Alasan Penggagalan Tindakan
Tindakan Alternatif Strategis
Sumber Pendukung
Tahun I
Tahun II
Tahun III
Tahun IV
Tahun V
Masyarakat







Organisasi







Strategi Prg








13. Analisis Potensi Kompetisi
Analisis ini adalah alat tinjauan kritis untuk uji daya kompetisi organisasi dihubungkan antara masa yang akan datang dengan para pesaing utama. Analisis ini merupakan komprehensi dari seluruh analisis di atas.
Contoh Matrik Analisis Potensi Kompetisi
Faktor
Kondisi Kini
Daerah Kritis
Tindakan Strategis
Sumber daya
Keunggulan
Kelemahan
Komparatif
Kompetitif
Ubah Asm
Inovasi
Produk Org








Institusi








Budya Org








Lima Langkah Perencanaan Strategis
Proses perencanaan strategis minimal meliputi lima langkah sebagai berikut: Pertama; Melakukan tiga belas analisis yang dilakukan secara cermat, hati hati dan disiplin. Kedua, Memformulasikan isu isu strategis untuk merumuskan visi, misi, bidang hasil pokok dan bidang kerja utama. Langkah kedua ini adalah proses abstraksi dari seluruh hasil analisis untuk merumuskan isu strtegis. Isu isu strtaegis ini diolah secara idiologis untuk merumuskan cita cita dan landasan nilai organisasi dan kemudian dielaborasi dalam bidang kerja. Ketiga, merumuskan program strtegis berdasarkan struktur organisasi dengan analisis input dan output dalam proses management. Keempat, Perumusan perencanaan implementasi tindakan. Kelima, perumusan pola, mekanisme dan instrument monitoring dan evaluasi.

Kunci Perumusan Isu Strategis dalam Perencanaan Strategis
Bidang kritis dalam perencanaan strategis pada umumnya pada waktu proses abstraksi hasil analisis menjadi rumusan isu isu strtegis. Oleh karena itu perlu memahami kuci isu strategis sebagai berikut.
Isu strtegis adalah: Keadaan, masalah, tantangan fundamental (bisa jadi akarnya) yang berpengaruh besar, luas, jangka panjang dan akan menentukan posisi atau “nasib” organisasi di masa depan.
Mengapa perlu diperhatikan: (1) Perhatian dan kegiatan lebih terfokus (bedakan tiga jenis: hanya perlu dimonitor, ditangani biasa, ditangani serius). (2) Agar terfokus pada isu bukan pada solusi. (3) Dapat memaksakan perubahan yang diperlukan. (4) Mendorong dipilihnya kata kunci kemajuan. (5) Membangkitkan sikap relistis dan semangat.
Syarat syarat isu yang dapat diakui sebagai isu strategis adalah: (a) Fundamental: menyentuh esensi (C = Pener). (b) Menghasilkan dampak yang sangat luas. (c) Hasilkan perubahan berjangka panjang. (d) Efektip menyelesaikan masalah dan effisien dalam penggunaan sumberdaya. (e) Menyentuh symbol symbol politik. (f) Analog issue lain yang telah menjadi agenda. (g) Ada kelayakan dan kemampuan dalam managerial dan teknologi. (h) Tidak tenggelam oleh isu isu lain yang akan muncul di masa datang.

Kriteria Dasar Kebijakan Strategis dalam Perencanaan Strategis
Dalam perencanaan strategis organisasi masyarakat sipil didasari oleh kebijakan oragnisasi yang strategis. Kriteria dasar kebijakan strategis adalah:
  1. Political Viability;
· Ada dukungan kuat secara politis
· Jaminan posisi penting di masa mendatang
· Jikapun ada hambatan relative mudah diatasi
· Mendukung proses demokrasi
  1. Social Acceptability;
    • Menguntungkan rakyat miskin secara umum
    • Melindungi dan melestarikan ekosistem dan lingkungan alam
    • Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sipil
    • Mengakomodir local knowledge and local skill
    • Mendukung pluralisme dan egaliter termasuk gender mainstreaming.
  2. Technical Feasibility;
    • Dapat dijalankan dengan baik
    • Dapat menopang kebijakan lain
    • Tidak membangun ketergantunga.
  3. Administrative Capacity;
    • Dapat dikontrol dengan effektip
    • Dapat dicapai dengan effisien
    • Dapat dikembangkan dan dilestarikan dengan relative mudah
Out-put utama Perencanaan Strategis
Hasil perencanaan strategis adalah merupakan format perencanaan organisasi untuk jangka panjang. Lingkup yang dirancang adalah rancangan goal, pupose, dan input strategis. Masing masing rancangan dilengkapi dengan hasil capaian kongkrit lengkap dengan indicator dan asumsinya. Secara systematis dapat dimatrikan sebagai berikut